Berkunjung Ke Taman Prasasti
Gerbang masuk Taman Prasasti
Seperti biasa tiap akhir pekan anakku minta jalan-jalan keliling kota Jakarta,kali ini aku,istri dan anakku Nadya yang baru berusia delapan tahun aku ajak ke beberapa museum yang salah satunya adalah Museum Taman Prasasti yang merupakan bekas pemakaman Belanda, Kebon Jahe Kober di jalan Tanah Abang nomer 1, Jakarta Pusat.
Letak Taman Prasasti tidak begitu jauh dari Monas dan Museum Gedung Gajah kurang lebih 3 km.dengan tiket hanya 5000/ orang kami masuk untuk "berziarah" keberbagai nisan yang merupakan peninggalan dari abad ke 18 dan masih dipakai hingga tahun 1977, yang kemudian ditutup karena sudah penuh sesak dan dipugar sebagai museum yang menyimpan berbagai prasasti nisan dengan beragam corak dan bentukNadya sedang memeluk salah satu nisan yang berbentuk patung wanita yang menelungkupkan mukanya karena bersedih
Saat didalam komplek taman prasasti sudah mulai terasa aroma mistis nya, istriku berkata bahwa seolah ada banyak orang yang sedang mengawasi kita, maklum karena bagaimanapun juga museum ini tetaplah sebuah makam walaupun jenazahnya sudah dipindahkan sebagian ada yang di Menteng Pulo serta banyak dulunya yang dimakamkan disini meninggal dengan tidak wajar.Tugu Batu peringatan gugurnya beberapa orang tentara Jepang di wilayah Leuwiliang saat menghadapi Texas National Guard yaitu pasukan Amerika yang diperbantukan untuk mempertahankan pulau Jawa dari serangan Jepang.
pusara istri Letnan Gubernur Jenderal Inggris di Hindia Belanda, Thomas Stamford Raffles yaitu Olivia Mariamne yang meninggal di istana Bogor pada tanggal 26 November 1814 akibat terkena malariaNisan dari Soe Hok Gie yang meninggal sehari sebelum ulang tahun nya yang ke 27 di lereng gunung Semeru akibat racun belerang pada tanggal 16 Desember 1969nisan JLA Brandes, seorang arkeolog dari Belanda yang berbentuk seperti bangunan era Hindu Buddha,Brandes adalah ketua komisi Hindia Belanda untuk penelitian arkeologi Jawa dan Madura yang merupakan cikal bakal Dinas Purbakala dan Pusat Arkeologi nasional,Brandes meninggal di usia 48 pada tahun 1905
Nisan dari Jenderal mayor JHR Kohler, komandan ekspedisi tentara Belanda pertama ke Aceh yang gugur didepan Masjid Baiturrahman Banda Aceh pada tahun 1873, Jenazahnya dimakamkan di pemakaman Kebon Jahe Kober hingga kemudian makamnya di pindah ke pemakaman Belanda di Peutjut,Banda Aceh pada tahun 1978.beberapa nisan unik yang kami kunjungi dan yang sempat kami potret .
peti Jenazah kedua Proklamator Bung Karno dan Bung Hatta yang menjadi koleksi museum taman prasasti.kereta Jenazah yang dipakai untuk membawa Jenazah kepemakaman Kebon Jahe Kober yang menjadi koleksi museum taman prasasti.
Sayangnya kami tidak lama mengunjungi museum taman prasasti karena istri mengajak pulang, setelah diluar kompleks museum dia berkata saat sedang membaca nama-nama tentara Jepang di batu peringatan yang berasal dari Leuwiliang, tiba-tiba tercium aneka bunga dan seperti ada suara berbisik dan kami akhirnya memutuskan untuk pulang karena memang waktu sudah menunjukkan pukul 15:00 dan sampai dirumah harus segera istirahat agar ke esok kan harinya kami bisa kembali menjalani rutinitas pekerjaan serta Nadya harus sekolah
Wah info yg menarik, cocok untuk wisata yg bernuansa mistis
BalasHapusBetul bu,dan suasananya memang gimana,gitu
Hapus