Kisah Cinta Segitiga Yang Berakhir Tragis
Kawas Maneksaw Nanavati (1925-2003) perwira Angkatan laut India yang menghebohkan publik dengan membunuh seorang pengusaha bernama Prem Bhagwan Ahuja yang berselingkuh dengan istri nya.
Sebuah kisah nyata yang pernah terjadi di negara India tentang kisah cinta segitiga yang harus berakhir dengan tragis dan menjadi heboh karena melibatkan seorang perwira Angkatan laut dengan seorang pengusaha muda ternama dikota Bombay/Mumbai.
Kejadian ditahun 1959 berawal dari seorang perwira Angkatan laut bernama Kawas Maneksaw Nanavati yang telah melabuhkan kapalnya di pangkalan AL Mumbai kembali kerumahnya tidak mendapati sang istri dirumah yang menurut pembantunya sudah beberapa hari pergi.
Alangkah terkejutnya Nanavati mendapat kenyataan bahwa didalam kamar nya ada buklet bunga dan yang lebih membuatnya terluka didalam lemari ditemukan surat-surat cinta dan hadiah dari Prem Bhagwan Ahuja untuk istrinya yang tidak lain adalah temannya sendiri.
Nanavati sangat terluka saat dia datang didepan rumah Prem, melihat istrinya bermesraan dengan pengusaha yang merupakan sahabat mereka, Nanavati pulang dengan perasaan yang hancur. Keesokan harinya Sylvia pulang kerumahnya terkejut melihat sang suami sudah ada dirumah, yang lebih mengejutkan lagi semua rahasia yang dia simpan terbongkar, dengan berlinang air mata Sylvia berusaha untuk menjelaskan semuanya, tetapi Nanavati tidak peduli dan saat itu dia datang ke markas AL untuk mengambil senjata dan berencana membunuh Prem yang telah merusak rumah tangga nya.
Setelah mengambil beberapa senjata laras pendek dan pelurunya,didatangilah rumah Prem dan menurut sang pembantu,sang majikan sedang mandi di lantai atas rumah itu,tak lama terdengar suara tembakan pistol,saat si pembantu itu hendak ke atas,Nanavati dengan tenang turun dari lantai dua rumah itu sambil membawa pistol untuk menyerahkan diri kekantor polisi setempat, begitu didapatkan bahwa Prem sudah tewas bersimbah darah,sang pembantu segera menghubungi pihak keluarga serta kepolisian. Majalah Blitz yang tertanggal 17 Oktober 1959 yang memberitakan kisah cinta segitiga antara Nanavati, Sylvia dengan Prem Ahuja yang berakhir dengan kematian Prem ditangan Nanavati.
Kasus kematian dan perselingkuhan Prem segera menjadi berita heboh dan menjadi berkah bagi harian Blitz yang saat itu langsung meningkat oplah nya, karena banyak masyarakat yang ingin mengikuti perkembangan kasus besar tersebut,dari sini mulai terkuak skandal korupsi, perselingkuhan, uang sogokan dan berbagai skandal yang melibatkan keluarga Ahuja yang cukup berpengaruh di Mumbai.
Sidang pengadilan segera dimulai untuk menyidangkan perkara pembunuhan yang melibatkan Nanavati,diluar gedung pengadilan banyak masa yang menuntut untuk dibebaskan nya Nanavati, pengadilan dengan sistem juri(yang di adopsi dari sistem peradilan di Inggris) berjalan dengan alot apalagi Nanavati yang tidak mau didampingi pembela melawan keluarga Ahuja beserta saksi-saksi yang mereka sogok.
Opini publik semakin terbentuk ketika majalah Blitz terus menerbitkan berita nya secara eksklusif yang cenderung memojokkan keluarga Ahuja, akhirnya juri pengadilan Mumbai menyatakan bahwa Kawas Maneksaw Nanavati, seorang perwira Angkatan laut India,itu tidak bersalah dan dibebaskan dari segala tuntutan dan tuduhan yang bisa membuatnya divonis mati atau seumur hidup dan masapun menyambut dengan gembira atas keputusan pengadilan Mumbai.
Kawas Maneksaw Nanavati dalam seragam Angkatan laut nya
Kawas Maneksaw Nanavati dalam seragam Angkatan laut nya
Namun dalam pengadilan ulang di pengadilan tingkat tinggi di Mumbai, Nanavati dinyatakan bersalah setelah banyak mendengar kan argumen jaksa tentang kronologis kejadian pembunuhan itu dan akhirnya pada tahun 1961, Nanavati dijatuhi hukuman seumur hidup,selama beberapa tahun didalam penjara, majalah Blitz terus membangun opini publik agar dia dibebaskan dari penjara karena bagaimanapun juga dianggap banyak berjasa bagi India sekalipun dia adalah keturunan Persia.
Akhirnya gubernur negara bagian Maharashtra, Vijayalakhsmi Pandhit yang baru dilantik dan merupakan saudara perempuan Sir Pandhit Jawaharlal Nehru memberikan pengampunan dan Nanavati bebas serta berkumpul kembali dengan Sylvia, istrinya
Berita dari majalah Blitz dengan judul Nanavati: Journey to Jail pada tanggal 17 September 1960
Setelah mendapatkan pengampunan, Nanavati dan istrinya Sylvia yang dikarunia tiga orang anak berimigrasi dan menetap di Burlington, Ontario,Kanada hingga Nanavati meninggal di usia 78 pada tanggal 24 Juli 2003 di Burlington, Ontario,Kanada dan setelah kematian suaminya Sylvia pindah dari rumah lamanya ke sebuah rumah flat pada tahun 2015.
Kisah dramatis KM Nanavati dan istrinya beserta selingkuhan istri nya beberapa kali di film kan dan yang terbaru adalah film "Rustom" yang diperankan oleh aktor Bollywood ternama Aksay Kumar yang berperan sebagai Rustom Pavri yang tidak lain adalah nama adaptasi dari Kawas Maneksaw Nanavati dan Ileana d'Cruz yang berperan sebagai Cintya Pavri alias Sylvia Nanavati.
Film "Rustom" yang berdasarkan kisah nyata yang pernah terjadi di India pada tahun 1959,film yang dirilis pada tahun 2016.
Aksay Kumar, aktor Bollywood yang memerankan Rustom Pavri alias Kawas Maneksaw Nanavati
Ileana D'Cruzz, aktris India keturunan Portugis pemeran Cintya Pavri alias Sylvia Nanavati dalam film "Rustom".
Selesai.
Komentar
Posting Komentar