Mae Nak : Kisah Cinta Yang Berakhir Duka
Aku akan selalu setia menantimu hingga pulang di dermaga ini.
Suatu kisah populer yang diangkat dari kisah nyata masyarakat Thailand tentang sosok hantu wanita yang setia menanti suaminya di dermaga depan rumah bersama dengan bayinya.
Dialah Mae Nak(Nyonya Nak) mempunyai seorang suami tampan bernama Pee Mak, mereka hidup di abad ke 19 disebuah desa bernama Pra Khanong ditepi sungai pinggiran kota Bangkok, Nak yang saat itu berusia 18 tahun sangat bahagia bersama sang suami yang sebenarnya dari keluarga kaya namun lebih memilih hidup bersamanya karena pernikahan mereka tidak disetujui oleh keluarga Pee Mak.
Kuil yang didirikan untuk mengenang kisah cinta Mae Nak di Pra Khanong, Bangkok, Thailand.
Kebahagiaan pasangan ini terusik saat Pee Mak mendapatkan panggilan negara untuk bertempur apalagi saat itu Nak sudah hamil tujuh bulan, dengan berat hati dilepasnya Mak yang akan melaksanakan kewajiban kepada negara di dermaga depan rumah mereka.
Dalam pertempuran Nak terluka parah dan hampir saja meninggal dunia sehingga harus beristirahat selama tiga bulan, Sementara Nak melahirkan seorang anak laki-laki sendirian tanpa ada yang menemani,tak lama kemudian Nak dan bayinya meninggal dunia dan oleh penduduk setempat jenazah keduanya dimakamkan ditepi sungai.
Arwah penasaran Mae Nak dan bayinya sambil menunggu kehadiran sang suami.
Arwah Nak bergentayangan membunuh warga desa sekitar rumahnya agar tidak
ada yang memberi tahukan kepada Mak bahwa dia sudah mati bersama dengan bayinya, warga desa yang lainnya pada mengungsi karena takut sama arwah penasaran Mae Nak yang meneror mereka.
Tiga bulan akhirnya Mak pulang,tentu dia tidak mengetahui bahwa sang istri sudah menjadi arwah penasaran yang menunggunya di dermaga depan rumah bersama dengan bayinya, sesampainya didepan rumah Mak melihat arwah Nak menyambut nya bersama buah hati mereka, pasangan yang sejatinya sudah berbeda alam ini memulai kembali hidup bersama.
Banyak warga yang mengingatkan bahwa Nak sudah meninggal sedangkan yang sekarang bersamanya itu arwah penasaran sang istri, tetapi Mak tidak percaya, bahkan kepada Bhiksu sekalipun, Nak kembali melakukan teror dengan membunuh warga yang telah memberi tahukan kematiannya kepada Mak.
Arwah penasaran Mae Nak dan bayinya saat bulan purnama.
Beberapa bulan akhirnya Mak mengetahui kebenaran bahwa selama ini dia hidup bersama arwah penasaran, tentu saja Mak takut sehingga melarikan diri kesebuah wihara untuk meminta perlindungan dari kejaran arwah penasaran istrinya. Mae Nak mengejar Nak ke wihara tersebut, arwahnya terbang dan hinggap di langit - langit wihara, sambil menangis arwah Mae Nak memanggil Mak dan mengatakan apa yang dia lakukan demi cintanya kepada Mak,Mak dengan gemetar membalas perkataan arwah Nak bahwa mulai sekarang jangan mengganggunya lagi karena alam mereka sudah jauh berbeda, dengan menangis arwah Mak segera pergi dari Wihara itu meninggalkan Mak yang ketakutan.
Arwah Mae Nak saat melakukan teror kepada penduduk desa yang telah memberi tahukan kematiannya kepada Mak.
Mak dan segenap rombongan dari Wihara bergegas mendatangi kuburan Mak, rupanya warga desa memanggil seorang dukun yang dipercaya mampu mengusir arwah penasaran Mae Nak, saat dukun itu membuka kuburan Nak, dia langsung membuat lingkaran untuk menghancurkan dahi jenazah Nak, namun dia justru diserang oleh arwah Nak sehingga sang dukun pun kalah dan mati.
Saat semua dilanda ketakutan, datanglah biksu kerajaan yang bernama Somdeth To, h dia menyuruh semua agak menjauh lalu berdoa di makam Nak, arwah Nak masuk kedalam Jenazahnya dan memanggil Mak,Mak pun mendekat, dengan linangan air mata Nak mengatakan mengapa dia harus bernasib buruk dan harus meninggalkan cintanya dalam kepedihan, Mak pun menjawab bahwa semua yang terjadi sudah menjadi takdir yang membuat mereka terpisah dan Mak pun sudah mengikhlaskan kepergian istri tercintanya ke alam baka.
Mae Nak akhirnya meminta maaf karena tidak bisa lagi menemani, namun cintanya akan tetap abadi, Nak beranjak ke belakang dan Bhiksu Somdeth membuat lingkaran untuk mengunci arwah Nak didahinya, jenazah Nak kembali terbaring dengan posisi tangan seperti menyembah, dikening Nak yang sudah ditandai di buatlah sebuah bros oleh bhiksu Somdeth,bros dari tulang dahi tengkorak berisi arwah Nak kemudian dimasukkan ke dalam kantongnya lalu dibawa pergi.
Mae Nak,Hantu cantik yang setia dan posesif.
Keesokan harinya jenazah Nak dikremasi ditepi sungai, dengan penuh haru Pee Mak menyalakan api di tumpukan kayu disekeliling jenazah istrinya, air mata Mak menetes saat api semakin membesar dan membakar jenazah Nak.
Pee Mak mengambil keputusan bahwa seumur hidupnya dia akan menjadi seorang bhiksu.
Bros yang dari tulang kening Nak dipakai oleh yang mulia Pangeran Cumbhorn Ketudomsak kemudian diwariskan secara turun-temurun hingga tidak diketahui dimana sekarang bros itu berada atau siapa yang menyimpan nya.
Kisah ini tetap sebuah kisah cinta yang abadi sekaligus tragis, didesa Pra Khanong atau sekarang bernama Suan Luang di Jalan Sukhumvit 77, Bangkok, kini berdiri sebuah kuil bernama Watt Mahabut yang dibangun untuk mengenang Mae Nak dan bayinya, tempat ini tidak pernah sepi dari kunjungan wisatawan yang berziarah bahkan pasukan Thailand sebelum bertugas selalu berdoa dikuil ini karena Mae Nak dianggap sebagai Dewi pelindung mereka.
Kisah ini diangkat dalam sebuah film dengan judul "Nang Nak" yang dirilis pada tahun 1999 yang dibintangi oleh aktris Intira Jaroenpura sebagai Mae Nak dan aktor Winai Kraibutr sebagai Pee Mak.
Selesai.
Sumber foto berasal dari Film Nang Nak dan Wikipedia serta kisah diangkat dari legenda masyarakat Thailand.
Komentar
Posting Komentar