Museum Sasmita Loka Jenderal Ahmad Yani

Tampak dari depan museum Sasmita loka Jenderal Ahmad Yani Dijalan Lembang no 58 D,Menteng, Jakarta

  Hari itu tanggal 25 September 2017 aku seperti biasa menyempatkan diri untuk berjalan-jalan disekitar Jakarta apalagi kalau tidak mengunjungi berbagai museum yang cukup banyak dan menarik untuk didatangi.
  Salah satunya adalah museum Sasmita loka Jenderal Ahmad Yani yang letaknya di jalan Lembang no 58 D, Jakarta, museum yang dulunya merupakan kediaman dari Jenderal Ahmad Yani dan keluarga dari saat beliau masih berpangkat kolonel hingga terakhir Letnan Jenderal selaku Men/PANGAD.
    Museum yang dibuka pada pukul 08.00 hingga 15.00 dan tidak ada tiket masuk hanya sumbangan seikhlasnya untuk biaya perawatan museum, terletak tidak jauh dari jalan raya dan bisa di jangkau dengan naik Transjakarta turun di halte Halimun lalu menyeberang kearah jalan Lembang melewati rel kereta api.
      Tempat ini menjadi saksi bisu gugurnya jenderal Ahmad Yani ditangan para pemberontak yang berpaham komunis pada subuh 1 Oktober 1965,pak Yani gugur ditembak Giyadi setelah memukul Peltu Mukijan yang berkata kasar dengan disaksikan putranya yang bernama Untung Mufreini yang saat itu berusia 10 tahun.
        Jika masuk ke museum ini jangan lupa untuk lepas alas kaki dan jangan mengambil gambar kamar pak Yani terutama senjata yang dipakai menebak beliau dan senjata yang dipakai untuk menembak Aidit serta dinding bekas sambaran petir.
Patung pak Yani karya pematung Alm Edie Soenarso yang berdiri gagah didepan Museum Sasmita loka
kolam ikan dan relief yang menggambarkan saat beliau gugur pada tanggal 1 Oktober 1965
koleksi baju dinas dan harimau Sumatera awetan yang ada di ruangan belakang.
pintu yang kacanya tertembus peluru akibat berondongan tembakan pasukan penculik.
dilantai ini jenderal Ahmad Yani jatuh setelah tertembak oleh Giyadi dan beliau gugur disaksikan oleh putranya yaitu Untung Mufreini.
meja bar tempat pak Yani menjamu tamu-tamu yang dari luar negeri,di meja ini ditaruh karangan bunga ucapan selamat ulang tahun untuk ibu Yayu Rulia Yani yang dikirim setelah pak Yani gugur.
sebagian koleksi-koleksi pak Yani berupa piagam, cinderamata, Televisi dan juga foto-foto pahlawan revolusi.
Ruang tamu, tempat pak Yani menerima jenderal Basuki Rahmat pada malam hari tanggal 30 September 1965.
Lukisan yang menggambarkan pak Yani memukul jatuh peltu Mukijan,sesaat sebelum beliau ditembak
ruang staf dan harimau Sumatera awetan.
saya berfoto bersama koleksi foto-foto jenderal Ahmad Yani.
salah satu foto pak Yani yang menjadi favorit saya.

 Demikian kunjungan singkat saya ke museum Sasmita Loka Jenderal Ahmad Yani,dan tidak semua yang ada didalam museum bisa saya foto karena ada pertimbangan lain dan etika

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kereta Paksi Naga Liman: Simbol Tiga Unsur Alam