Tragedi Lokomotif CC 50 02
Rumah dinas stasiun Bendul yang kini berganti nama menjadi Stasiun Sukatani kabupaten Purwakarta yang masuk Daops II Bandung, kondisinya rusak parah akibat meledaknya Lokomotif uap CC 50 02.
Salah satu Tragedi kecelakaan perkeretaapian Indonesia yang jarang di ulas adalah PLH (peristiwa luar biasa hebat) di stasiun kereta api Bendul yang masuk wilayah kabupaten Purwakarta di Jawa barat.
Keheningan malam di stasiun Bendul pada kamis jam 22.15 tanggal 11 April 1968 mendadak menjadi gempar karena di jalur dua lokomotif uap CC 50 02 meledak dengan keras hingga hancur bahkan saking kerasnya bangunan stasiun Bendul ikut berantakan dan suaranya terdengar hingga ke kota Purwakarta.
Lokomotif CC 50 02 (SS1602) yang berangkat dari Depo Lok Bandung tanpa membawa rangkaian untuk kembali ke Depo Lok yang di stasiun Purwakarta, dalam PLH ini jatuh korban jiwa masinis,calon juru api dan seorang pekerja harian sedangkan Kepala Stasiun merangkap PPKA hanya mengalami luka ringan.
Lokomotif uap CC 50 02 mengalami kerusakan parah diduga karena ada permasalahan pada boiler (tangki air) akibat tekanan besar karena sistem pembuangan uapnya ada yang tidak beres.
Setelah kejadian meledaknya Lokomotif uap CC 50 02, Stasiun Bendul di renovasi dan berganti nama menjadi stasiun Sukatani yang melayani persilangan dan pemberhentian normal kereta api dari dan menuju ke Bandung.
Plang nama Stasiun Bendul yang lepas.
Plang nama Stasiun Bendul yang lepas.
Masyarakat yang menyaksikan keadaan lokomotif dan stasiun yang sudah hancur.
Selesai
Sumber foto © Egief Dudy Haris dan Komunitas Edan Sepur Indonesia (KESI)
Komentar
Posting Komentar