Tragedi Tenggelamnya RMS Lusitania
Kapal RMS Lusitania milik perusahaan pelayaran Cunrad Steamship line, Inggris yang enam tahun lebih tua daripada RMS Titanic milik perusahaan pelayaran White Star line.
Salah satu tragedi dalam dunia pelayaran yang paling tragis namun kurang dikenal adalah tragedi Tenggelamnya RMS Lusitania akibat serangan torpedo dari kapal selam U-Boat U20 milik Krigsmarine(AL kekaisaran Jerman), kisahnya jauh lebih menyedihkan dari kisah tenggelamnya Titanic.
RMS Lusitania merupakan kapal lintas samudera yang dibangun oleh perusahaan dari Clydebank, Scotlandia yaitu Jhonson Brown and Company pada tanggal 17 Agustus 1904 dan selesai pada tanggal 7 Juni 1906, pelayaran perdana pada tanggal 7 September 1907 dengan rute pelabuhan Liverpool Inggris ke New York Amerika serikat atau sebaliknya.
Geladak kapal.
Tanggal 1 Mei 1915 dipelabuhan New York tampak bersandar kapal Lusitania yang akan diberangkatkan ke pelabuhan Liverpool Inggris, melintas samudera Atlantik,saat itu suasana dunia dalam ketegangan akibat berkecamuknya perang dunia pertama yang banyak memakan korban baik personil militer maupun masyarakat sipil, dilautanpun sudah banyak korban tenggelamnya kapal tentu saja yang terbanyak adalah kapal sipil akibat penyalahgunaan untuk mengangkut senjata.
Perjalanan RMS Lusitania ini banyak diberitakan oleh berbagai surat kabar resmi sebagai perjalanan pelayaran sipil yang netral dan tidak memihak siapapun, namun banyak pula bisik-bisik bahwa kapal ini menjadi target serangan kapal selam U-Boat U20 dan telegram kaleng yang berisi peringatan untuk membatalkan pelayaran,bahkan dari kedutaan besar kekaisaran Jerman pun memberikan peringatan akan adanya serangan terhadap kapal tersebut.
Hari itu Nahkoda William Thomas Turner yang akan menjadi Nahkoda terakhir dari kapal Lusitania,dia sibuk mengawasi kargo yang akan masuk kapal dan menandatangani manifest muatan kapal.
Manifest muatan kapal Lusitania yang ditandatangani oleh Nahkoda Turner.
Dalam ruangan kargo terdapat berbagai barang termasuk 500 ton senjata yang akan di serahkan kepada Inggris sebagai bantuan untuk menghadapi Jerman dan sekutunya.
Setelah sempat tertunda beberapa jam akibat berita kaleng, akhirnya para kelasi Lusitania angkat jangkar dan bunyi cerobong yang menandakan kapal akan diberangkatkan dari pelabuhan New York, yang ternyata itu adalah terakhir kalinya dan tidak pernah sampai ke tujuannya di pelabuhan Liverpool Inggris.
Foto-foto menjelang keberangkatan yang merupakan pelayaran terakhir kapal RMS Lusitania dari pelabuhan New York.
Lusitania berangkat dengan membawa 1962 penumpang termasuk awak kapal dan ratusan tentara AL Amerika, selama ditengah perjalanan melintasi samudera Atlantik beberapa kali marconist kapal menerima telegram yang menyarankan agar kapal tersebut mengambil rute yang lain karena kapal selam U-Boat U20 banyak berkeliaran disekitar perairan Irlandia yang bersiap untuk menenggelamkan kapal apapun yang menuju ke Inggris, sebagian besar penumpang pun tidak ada yang merasakan suatu firasat bahwa mereka tidak akan pernah melihat daratan kembali.
Para penumpang beranggapan bahwa Jerman tidak akan pernah berani menyerang Lusitania yang mayoritas penumpang nya dari AS dan merupakan kapal sipil yang netral bukan kapal militer.
Route Lusitania dan lokasi dalam peta tempat kapal itu diserang dengan torpedo hingga tenggelam dilepas pantai selatan Irlandia.
Kapal selam U-Boat U20 sudah menunggu mangsanya datang di perairan Irlandia.pada tanggal 6 mei 1915,saat memasuki perairan Irlandia kecepatan kapal Lusitania dikurangi dari 25 knot menjadi 20 knot,para penumpang lega karena kurang satu hari lagi akan sampai di pelabuhan Liverpool Inggris.
Tanggal 7 Mei 1915 dari jarak 11 mil laut kapal selam U-Boat U20 yang kebetulan melintas segera melepaskan torpedo pertama nya ke arah Lusitania dan didalam kapal terjadi kepanikan, segera para awak kapal menyiapkan sekoci karena Lusitania sudah mulai miring namun U-Boat U20 tidak memberikan kesempatan banyak dengan meluncurkan torpedo yang kali ini tepat mengenai kamar mesin sehingga meledak dan dalam hitungan menit kapal itu tenggelam bersama 1190 penumpang nya termasuk 150 pasukan AL Amerika serikat, hanya sekitar 700an penumpang yang selamat termasuk Nahkoda Turner yang diselamatkan oleh kapal Karphatia dan pagi hari tanggal 8 mei 1915 tampak pemandangan yang menyedihkan, berbagai barang dan jenazah para penumpang mengapung di lautan dari orang dewasa,anak kecil,pria maupun wanita, mereka semua korban yang akibat dari egoisme pemerintah nya masing-masing.serangan torpedo yang pertama
Serangan torpedo yang kedua dan berakibat sangat fatal karena mengenai kompartemen mesin.
poster yang menggambarkan suasana Kapal Lusitania yang diserang torpedo dan para penumpangnya yang berusaha menyelamatkan diri.
foto dari salah satu surat kabar yang menggambarkan pemerintah kekaisaran Jerman sebagai malaikat kematian
Segera pemerintah AS mengecam dan menuntut ganti rugi atas peristiwa tenggelamnya kapal Lusitania, Jerman berkilah bahwa pihaknya menenggelamkan kapal Lusitania karena dinilai kapal itu tidak netral dengan membawa senjata, tetapi Jerman akhirnya mengalah dengan bersedia membayar ganti rugi dan berjanji untuk tidak menyerang kapal sipil lagi, Jerman terpaksa mengalah karena takut jika AS terlibat perang pihaknya tidak akan sanggup untuk menghadapinya.
koran-koran memberitakan penyerangan kapal Lusitania oleh U-Boat U20 dengan banyak korban jiwa yang ikut tenggelam di lepas pantai selatan Irlandia.
Nahkoda Turner harus menghadapi sidang pengadilan atas tenggelamnya kapal Lusitania banyak yang berusaha menyalahkan nya namun pada akhirnya dia dibebaskan dan ditahun 1917 saat menghadiri persidangan di Amerika, Nahkoda Turner dinyatakan tidak bersalah tetapi Jerman lah yang bersalah dengan tragedi Tenggelamnya RMS Lusitania.
Seharusnya baik pihak AS, Inggris dan Jerman sama-sama bertanggungjawab atas tragedi ini terutama Amerika serikat yang telah mengirimkan senjata seberat 500 ton dan personil militer sehingga membuat kapal sipil seperti Lusitania mengalami tragedi yang paling tragis dalam sejarah pelayaran.
foto-foto dari sebagian bangkai kapal RMS Lusitania yang berada didasar laut lepas pantai selatan Irlandia.
Akhirnya semua pihak yang berperang sepakat untuk tidak menjadikan kapal-kapal sipil sebagai pengangkut personil militer dan peralatan perang dan target serangan baik oleh kapal selam maupun kapal perang permukaan.
Selesai.
Komentar
Posting Komentar